Menjaga Adab di Masjid, Tanda Hormat kepada Rumah Allah

Pernahkah kita masuk masjid, tapi tanpa sadar melakukan hal-hal kecil yang justru menodai kesakralannya? Misalnya, berbicara keras, bermain ponsel, atau melangkahi orang yang sedang duduk di saf? Padahal masjid bukan sekadar bangunan ibadah, tapi baitullah — rumah Allah, tempat di mana hati dan lidah seharusnya tunduk dalam ketenangan dan dzikir.

Adab di Masjid

Masjid adalah tempat yang dimuliakan. Karena itu, Islam sangat menekankan adab bagi siapa pun yang memasukinya. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkâr menjelaskan bahwa siapa yang memasuki masjid hendaklah dengan hati yang khusyuk, memakai pakaian yang bersih, dan menjaga kesopanan dalam setiap gerak. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum duduk.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah adab pertama: masuk dengan niat ibadah. Awali langkah dengan kaki kanan sambil membaca doa:

اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaftah li abwāba rahmatik

“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”

Setelah itu, ada 6 hal yang sebaiknya dilakukan (Do):

  • Menjaga kesucian diri, pakaian, dan alas kaki.
  • Menunaikan shalat tahiyyatul masjid sebelum duduk.
  • Menjaga kebersihan lantai dan tidak meninggalkan sampah.
  • Membaca Al-Qur’an atau berdzikir dengan suara pelan agar tidak mengganggu orang lain.
  • Menjaga adab duduk dengan tenang, tidak selonjor sembarangan.
  • Memanfaatkan waktu menunggu Iqomah dengan dzikir dan berdoa.

Sedangkan 6 hal yang sebaiknya dihindari (Don’t) adalah:

  • Berbicara keras, tertawa terbahak-bahak, atau membicarakan urusan dunia di dalam masjid.
  • Menggunakan ponsel dengan suara nyaring atau mengangkat telepon saat jamaah beribadah.
  • Membawa makanan berbau menyengat seperti bawang atau durian, sebagaimana larangan Rasulullah ﷺ terhadap orang yang makan bawang putih untuk masuk masjid.
  • Melangkahi pundak orang lain atau mengganggu saf jamaah.
  • Berjual beli di masjid.
  • Tidur sembarangan atau menjadikan masjid tempat bersenda gurau.

Tanda Hormat kepada Rumah Allah

Masjid adalah taman ibadah dan tempat pendidikan hati. Adab di masjid bukan sekadar etika sosial, tapi bukti penghormatan kepada Allah dan sesama hamba-Nya. Dalam Ihya’ ‘Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menulis: “Siapa yang memuliakan masjid, Allah akan memuliakan hatinya.”
Maka, setiap kali melangkah ke rumah Allah, hadirkan niat yang suci, tundukkan hati, dan jaga sikap dengan lembut. Karena di dalam masjid, yang berharga bukan seberapa lama kita duduk, tapi seberapa dalam kita menghormati kehadiran-Nya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add Your Heading Text Here

Kepala Madrasah

Share:

Baca juga

7 Tips Jitu Mengatasi Bullying

💪 1. Jangan Diam – Lawan dengan Cara yang Benar Kalau kamu dibully, jangan melawan dengan kekerasan. Katakan dengan tegas: “Berhenti, aku tidak suka cara

Send Us A Message